Rabu, 26 Maret 2014

BAB II LANDASAN TEORITIS DAN KERANGKA PEMIKIRAN

LANDASAN TEORITIS DAN KERANGKA PEMIKIRAN

A.     Tinjauan Pustaka
1.      Pengertian Kematangan Peserta Didik
Menurut Chaplin ( dalam Dasmita, 2005) kematangan ( maturation ) diartikan sebagai 1). Perkembangan, proses mencapai kemasakan / usia masak.2). Proses perkembangan, yang dianggap berasal dari keturunan, atau merupakan tingkah laku khusus species(jenis, marga).
Sementara itu, Daviduff (dalam Dasmita, 2005) menggunakan istilah kematangan (maturation) untuk menunjukan pada pertumbuhan jasmani dan kesiapan susunan syaraf.
Kematangan adalah suatu gejala dimana suatu individu sudah mencapai batas maksimal pertumbuhan dan perkembangannya sehingga dalam keadaan ini suatu individu sudah bisa dikatakan dewasa baik dari segi fisik maupun psikis. Pada kematangan ini lebih ditekankan pada gejala psikis dan pola pikir, sehingga kematangan individu yang satu dengan yang lain tidak selalu sama
Dalam bahasa inggris dikatakan maturation atau kematangan. Kematangan itu sendiri berarti perubahan yang terjadi pada setiap individu secara teratur berdasarkan genetik yang sudah mencapai kemasakan / usia masak. Kematangan diartikan sebagai warisan biologi sejak lahir yang mempengaruhi perkembangan anak. Kematangan akan memunculkan pola perilaku yang dipengaruhi oleh pertumbuhan jasmani dan kesiapan syaraf dari masing – masing anak. Dari kematangan tersebut juga akan menghasilkan potensi – potensi yang sudah dibawa sejak lahir yang dapat dilihat dari perkembangan anak secara berlahan – lahan. Dapat diartikan juga bahwa ada unsur keturunan yang mempengaruhi potensi tersebut. Walaupun demikian, kematangan juga tidak seluruhnya berasal dari keturunan atau genetika karena kematangan merupakan sifat yang umum dimiliki oleh setiap individu dalam kurun waktu tertentu. Karena kematangan juga dapat dipengaruhi pengalaman dari lingkungan. Contohnya jika anak pintar bisa dikatakan mempunyai unsur genetik yang dibawanya dari orang tua walaupun tidak seluruhnya. Begitu juga anak yang punya postur tubuhnya pendek atau tinggi mempunyai unsure genetik yang dibawa.
Kematangan terjadi pada jaringan tubuh, syaraf, dan kelenjar – kelenjar di sebut kematangan biologi. Ada pula kematangan yang terjadi pada aspek psikis seperti keadaan berfikir, rasa, kemauan dll. Kematangan psikis akan mengalami kemaksimalan memerlukan latihan – latihan terlebih dahulu. Misalnya, anak pada usia 5 bulan belum boleh berjalan karena dalam psikisnya belum matang. Jadi, untuk mencapai kematangan ada proses latihan berjalan.
Para ahli psikologi dan psikiater sepakat, bahwa kesuksesan seseorang ditandai dengan berkembangnya prestasi serta kematangan emosinya. Meski tidak ada orang yang menyangkal pernyataan ini, tetapi sedikit orang yang mengetahui secara pasti tentang bagaimana penampilan seseorang yang dewasa atau matang itu, bagaimana cara berpakaian dan berdandannya, bagaimana caranya menghadapi tantangan, bagaimana tanggung jawabnya terhadap keluarga, dan bagaimana pandangan hidupnya tentang dunia ini. Yang jelas kematangan adalah sebuah modal yang sangat berharga. Sesungguhnya apa yang disebut dengan kematangan atau kedewasaan itu?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar